Kamis, 28 Januari 2010

Serba-serbi Blok Mandibular

Blok mandibular adalah teknik penyuntikan yang sering dipakai di kedokteran gigi, dan katanya sih sering terjadi kegagalan, saya pun sudah membuktikan sudah 3 kali tidak langsung berhasil pada spuit pertama. Mungkin itulah alasan kenapa digunakan teknik penyuntikan ini waktu koass antar teman dulu

Saya pun penasaran dan bertanya-tanya sendiri, kenapa sih sering sekali tingkat kegagalannya, melalui pencarian di dunia maya, akhirnya mendapat pencerahan dari berbagai pihak.

dari definisinya sendiri didapatkan bahwa:

nerve block, mandibular (inferior alveolar) = an injection used to anesthetize the anterior two-thirds portion of the tongue, the pulp tissue of the mandibular teeth, the floor of the oral cavity, the facial periodontium of the mandibular first premolar and anterior teeth, the lingual periodontium of all mandibular teeth, the skin on the chin, and the lower portion of the lip.

(http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/mandibular+nerve+block)


Teknik penyuntikan ini mempunyai target yaitu pada foramen mandibula, yang menyebabkan seringnya kegagalan terjadi adalah perbedaan letak foramen mandibula pada tiap-tiap individu dan berbeda tiap tingkatan umur.

Cara melakukan teknik blok mandibular bisa dibilang berbeda-beda tiap orang, kalo di textbook2 terkenal sih disebutkan dimulai dengan posisi 1 ke 2 lalu ke posisi 3, kurang lebih seperti dari kontra lateral P, masuk mentok tulang, sejajar oklusal, susurin sampai mentok lagi baru di aspirasi dan deposit.

Dari bacaan-bacaan bermutu dan layak baca (tumbeeeenn..), dan masukan dari Rani Isfandria (cieeee...), saya akhirnya memutuskan menggunakan teknik blok mandibular dengan cara meraba dulu linea oblique eksterna dengan ibu jari atau telunjuk kalo jempolnya kegedean (Caranya adalah raba dari gigi yang paling ujung belakang pada rahang bawah sisi yang mau kita blok, pada sisi luar mandibula yang dekat pipi, terus ke belakang sampe ketemu sudut dimana linea oblique itu naik).

Tahan di titik itu dengan ujung ibu jari atau telunjuk, lalu gerakkan kira-kira setengah buku ibu jari ke arah medial dan persiapkan syringe dengan obat anestetikumnya di tangan yang satunya, lalu ambil dari arah kontra lateral dari M1 (Sekali lagi M1 yah M1) lalu masukkan persis di depan ibu jari, seharusnya nanti jarum suntiknya akan amblas bisa masuk seluruhnya, langsung aspirasi dan depositkan obat, lalu ketika 1,5 cc obat sudah masuk, mulai tarik keluar secara perlahan-lahan sambil tetap mendepositkan obat.

Biasanya, begitu jarum suntik keluar dari mulut pasien obat anestesi akan mulai merambati N. Alv Inferior. Pastikan untuk memeriksa lidah dan bibir, kalo pasien sudah merasa tebal dan bibirnya miring kearah yang dianestesi, baru tambahkan infiltrasi di bukal.


Catatan lain adalah disarankan untuk tidak menggunakan citoject saat melakukan blok mandibular, karena selain jarumnya pendek, tidak dapat diaspirasi, dan spesifikasi penggunaannya pada penyuntikan intraligamen saja. Sedangkan pada penyuntikan apapun dalam rongga mulut (termasuk palatum), mutlak melakukan aspirasi!

Selamat menyuntik!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar