Mengejar Barcelona: Review Tur Pramusim Asia FC Barcelona 2013, Kuala Lumpur

Saat gosip Barcelona akan mengadakan tur pramusim ke Asia, saya sangat antusias dan menantikan idola-idola saya bermain di Indonesia. Saya yakin tim kesayangan saya tersebut akan mengunjungi Indonesia, mengingat jumlah fans yang sangat banyak, dan siapapun yang datang kesini, sudah pasti stadion akan penuh, makluummm..kita haus tontonan bola yang berkualitas akhir-akhir ini. Ternyata begitu pengumuman resminya muncul, Indonesia tidak masuk ke dalam Negara yang akan di kunjungi. Negara Asia yang beruntung itu hanya Cina, Thailand dan Malaysia

Waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan lebaran dan tiket pesawat yang mahal tidak menghalangi niat saya untuk menonton langsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya hanya berpikir, kapan lagi el Barca akan ke Asia. Demi hal tersebut saya menyisihkan sebagian gaji saya tiap bulannya, dan rela tidak ikut lebaran ke Payakumbuh. Saya berharap semua-nya terbayar begitu saya di Malaysia nanti.

  
 tidak sengaja menemukan Andres Iniesta di Petronas Tower

setelah sesaat melongo, akhirnya saya memberanikan diri meminta foto sama don Andres walaupun dijutekin bodyguard-nya, bodo aahh!!

believe me, he's very nice and also cute! matanya bagus yaa, gak nolak deh punya pacar kayak gini #eh

inilah beberapa pemain yang saya lihat, termasuk Victor Valdes

Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, sampailah saya di Kuala Lumpur. Sebelum menukar tiket, saya menyempatkan diri ke Petronas Toower dan tanpa sengaja bertemu dengan beberapa pemain Barca, tanpa jaim saya langsung meminta foto bareng dengan Andres Iniesta dan Marc Bartra. Sama janjian dengan member Indobarca untuk nonton sesi latihan bersama, sedangkan untuk tiket pertandingan beda-beda tempat duduknya, sesuai kemampuan, hehehe. Sesi latihan dan pertandingan rencananya diadakan di stadion Bukit Jalil. Stadion ini terletak di pinggiran kota, tapi gampang dijangkau, tinggal naik LRT langsung berhenti di area stadion. Secara ukuran stadion ini lebih kecil dari Gelora Bung Karno, keadaan stadion-pun tidak lebih baik ya. Penonton yang mau nonton sesi latihan juga tidak banyak, sepiii..

yeeaayyy, tiket buat latihan dan pertandingan

  
alamaaakk, itu pemain tim kesayangan sayaaaa!

Awalnya sesi latihan berjalan lancar, kita puas melihat pemain dengan jarak sedekat itu, ada latihan penyerangan dan bertahan (jangan tanya detail ya, saya gak ngerti :D). Terlihat skill Messi yang ketawa aja bisa nendang bener, kece deehh, dan sama sekali tidak ada tanda-tanda dia cedera. Sampai pada akhir acara ada fans yang nekat meloncati pagar pembatas, masuk lapangan dan memeluk Neymar. Herannya tidak ada security yang berusaha mengamankan orang tersebut. Kejadian itu menginspirasi beberapa penonton melakukan hal yang sama, bahkan orang tersebut meminta bola yang akan ditendang Neymar ke arah tribun. Terlihat waja Neymar sedikit bete dengan penonton nekat tersebut, dan memilih tetap menendang kearah tribun. Ternyata tidak hanya yang sukses melewati pagar pembatas, ada juga yang gagal meloncatinya, dan jatuh ke parit sedalam kira-kira 4-5 meter, saya curiga kaki-nya patah karena dia tidak bisa jalan dan hanya terduduk di dasar parit. Sempat terdengar panitia mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas karena kejadian itu. Saya akui, orang tersebut memang konyol, tapi si panitia tetap harus mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini dooong..

Messi and Neymar in one frame *pingsan

kalo ini udah tau doong, pacar saya, Cesc Fabregas dan Sergi Roberto (ini juga ramah nih, ketemu juga tadi waktu bareng Bartra)

Malamnya saya dapat kabar kalau pertandingan akan dipindahkan ke stadion Shah Alam, karena pihak Barcelona kecewa dengan keadaan stadion dan pengamanan. Disini saya juga baru tau kalau mereka kecewa juga dengan service dari pihak penyelenggara. Sejak awal pesawat dibuat delay untuk menghindari fans, hotel dan makanan yang jauh dari standar, bus pemain yang layaknya bus pariwisata, dan puncaknya ya waktu latihan itu. Sempat beredar gossip kalau Messi tidak akan dimainkan karena cedera, heeehhh..cedera? dia baik-baik saja kok kemarin.

kameramen Barca TV yang tersita perhatiannya karena kita nge-chant

Kalau saya bilang stadion Bukit Jalil itu di pinggiran, maka ini lebih pinggiran lagi lokasinya. Pluuusss, tempat ini sulit dijangkau, terutama untuk wisatawan macam kita. Setelah turun dari kereta, kita harus menggunakan taksi lagi menuju stadion sekitar 10-15 menit. Tidak terlihat adanya angkutan umum yang lain, dan daerah sekitar sangat sepiii. Saya sempat berpikir, bagaimana cara kita pulangnya ya?. Beberapa member Indobarca ada yang sengaja menginap dekat Bukit Jalil agar dekat ke venue, dengan perubahan seperti ini, hal ini sangat merepotkan mereka. Dalam hati saya bersyukur tidak jadi menginap di daerah Bukit Jalil.
Kalau dibandingkan stadion Bukit Jalil, stadion Shah Alam memang lebih besar, dan dari jauh terlihat rumputnya lebih bagus. Tapiiii, panitia tampak belum mempersiapkan kepindahan stadion ini dengan baik, tempat duduk kategori 1 dan kategori 2 digabung tanpa ada pemisah yang jelas. Kerugian ada di pihak pembeli tiket kategori 1 yang mengharapkan tempat duduk yang nyaman dengan membayar lebih mahal, tapi ujung-ujungnya disamakan dengan pemegang tiket kategori 2, termasuk teman-teman Indobarca pemilik tiket kategori 1 yang harus menonton dari jatah bangku kategori 2.
stadion Shah Alam

beberapa penonton di Shah Alam

Tak lama pertandinganpun dimulai, para pemain Barcelona terlihat bermain kurang serius, yang kemungkinan besar karena masih kecewa dengan panitia penyelenggara. Terlihat Messi di bangku cadangan menggunakan sandal, yang membuat perasaan saya tidak enak, jangan-jangan Messi tidak akan dimainkan pada laga kali ini. Sepanjang pertandingan, saya melihat beberapa pemain Malaysia berlaku kasar, bahkan sampai memancing emosi Cesc Fabregas. Pertandingan terasa garing karena tidak ada penonton Malaysia yang melakukan chant, hanya teriakan-teriakan kecil saat ada peluang. Dari bangku saya menonton, terlihat teman-teman Indobarca meneriakkan chant dengan semangat, plus dapet bonus sorotan kamera. Ketika babak kedua dimulai, penonton mulai meneriakkan nama Messi, terus berlangsung sampai menjelang menit ke 85, tapi semua hanya harapan saja, Messi tidak dimainkan sampai akhir pertandingan. Karena kekecewaan ini, beberapa penonton meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai, dan puncaknya ketika peluit dibunyikan, mereka meneriaki “booooo” ke para pemain Barcelona, juga melemparkan kipas CIMB yang dibagikan diawal pertandingan. Jujur, sayapun kecewa Messi tidak bermain, tapi saya lebih kecewa dengan buruknya kinerja panitia penyelenggara.

maaf ya blur, zoom maksimal banget ini

papan penunjuk skor-pun sempat salah, awalnya diatas, kemudian diperbaiki jadi yang dibawah (ada yak tanding bola bisa diralat? hehehe)

Saya pesimis Barca akan mau mengadakan tur Asia kembali, terutama di Malaysia lagi. Tapi sayaberani bertaruh andaikan diadakan di Indonesia, hal tersebut tidak akan terjadi, hampir semua tim yang pernah ke Indonesia merasakan seperti bermain di stadion asalnya. Malaysia sudah menyia-nyiakan kesempatan emas yang diperoleh dengan mendatangkan El Barca.

saya di stadion Shah Alam, muka puas ato kecewa hayooo???

Setelah kami keluar dari komplek stadion, terlihat banyak penonton yang terlunta-lunta menunggu taksi. Sesekali taksi datang kalau gak langsung diserbu, pasti sudah dipesan penonton lain. Ini termasuk salah satu yang tidak dipikirkan panitia, transportasi untuk para penonton dari luar Malaysia seperti kami. Setelah hampir setengah jam, akhirnya Coni, salah satu member Indobarca menghubungi taksi yang mengantarnya tadi, untuk menjemput kami. Kira-kira jam 1.30 kami akhirnya kami sampai di Pasar Seni.

 
 beberapa anggota Indobarca yang menonton sesi latihan


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serba-serbi Blok Mandibular

I'm a dentist and I'm travelling

Saya dan APD gemesh-gemesh